Minggu, 01 Oktober 2017

STMIK PRINGSEWU DAN PEMDA PRINGSEWU MEMBERIKAN PEMBEKALAN KEPADA MAHASISWA KKN

STMIK PRINGSEWU – Ratusan Mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu peride tahun 2017 mengikuti pembekalan sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pringsewu. Pemberian materi seputar gambaran Kabupaten Pringsewu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Malian Ayub, M.M di depan mahasiswa peserta KKN di gedung STMIK Pringsewu. Saya menyambut baik kegiatan pembekalan KKN untuk dapat memahami lebih lanjut terkait dengan Pekon yang ada di Wilayah Kabupaten Pringsewu, Rabu (19/7).
Kami harapkan dengan adanya mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kabupaten Pringsewu akan memberikan sumbangsih besar terhadap pembangunan di Kabupaten Pringsewu,
keberadaan mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu ini nantinya akan membantu proses pelaksanaan kegiatan pembangunan di pemerintahan Pekon yang ada di Wilayah Kabupaten Pringsewu, ucapnya.
Pembekalan KKN Mahasiswa STMIK Pringsewu dan STIT Pringsewu selain di isi oleh Malian Ayub, M.M. selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu, juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendapatan & Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.
Sedangkan dari Kampus sendiri disampaikan oleh Nur Aminudin, M.T.I (Wakil Ketua III), beliau menyampaikan “Pemanfaatan website pekon untuk pelayanan publik dan manajemen informasi pekon”.
Nur Aminudin mengatakan, Sistem Informasi Pekon (SIP) merupakan sebuah bangunan yang menghubungkan antar fungsi pengelolaan data dan informasi secara utuh di lingkup pekon. Fungsi-fungsi ini berada melebur dalam peran dan lembaga yang aktif di pekon. Aplikasi perangkat lunak SIP adalah salah satu bagian dari bangunan besar SIP tersebut. Aplikasi SIP adalah alat olah data dan informasi berbasis komputer yang akan menjadi salah satu rujukan dasar dan pemberi fungsi layanan. Sistem ini akan berjalan baik dalam ranah offline maupun online. Pada bentuknya yang offline, SIP telah terbangun dalam sebuah jaringan data dan informasi di kantor pekon. Pada bentuknya yang online, SIP akan terbangun dan terhubung dalam jaringan data dan informasi berbasis internet, yang menjalinkan pekon yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu dengan dunia luar.
Sebagai sebuah media publik, website pekon membutuhkan tim pengelola. Media ini bisa dikelola secara kolaboratif antara Pemerintah Pekon dengan pegiat lembaga kemasyarakatan di tingkat pekon. SIP pada dasarnya dibangun dengan memberikan ruang kolaborasi sesuai dengan fungsi dan kewenangan dalam pengelolaan data dan informasi.
Website Pekon dibangun dengan tujuan sebagai media informasi resmi tentang pekon, yang dibangun dan dikelola oleh tim pekon setempat. SIP ketika aktif di sistem online bisa otomatis menjadi website pekon. Secara teknis, website pekon ini telah dirancang memiliki peta situs yang bisa memuat fungsi-fungsi olah data dan informasi yang berguna untuk menunjang aspek pelayanan publik di tingkat pekon. Beragam data dan informasi yang bersifat publik akan sangat terbuka dan mudah dikelola dalam website pekon yang berbasis SIP ini. Isi website ini kemudian diharapkan bisa diakses dan dimanfaatkan oleh publik luas sebagai sasaran. Tidak hanya penduduk pekon setempat yang bisa mengakses website pekon yang menjadi target, tetapi juga masyarakat umum, pemerintah, swasta, akademisi, dan badan/lembaga publik lainnya yang memiliki kepentingan dengan pekon setempat. Publikasi atas layanan informasi publik yang terbuka ini nanti bisa didukung dengan penggunaan media jejaring sosial yang tepat dan optimal, seperti facebook, twitter, Google+, YouTube.
Secara garis besar, website pekon yang berbasis SIP memiliki tiga bagian pengolah informasi yang dapat ditampilkan secara online. Informasi itu bisa bersifat statis, bisa pula bersifat dinamis, yang tersimpan dan tertampilkan dalam menu-menu website pekon. Setiap jenis informasi yang diharapkan muncul dalam website pekon harus merujuk pada jenis informasi publik yang telah diatur, sehingga fungsi layanan pengelolaan informasi sebagai salah satu bentuk layanan publik oleh pekon dapat terpenuhi, ucapnya.
Sudewi, M.M Ketua Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata STMIK Pringsewu mengatakan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu–ilmu yang diperoleh dari Perguruan Tinggi di masyarakat. Pelaksanaan KKN sebagai wahana pengabdian masyarakat diharapkan juga dapat mengembangkan kemampuan praktis mahasiswa dalam menyerap keahlian yang ada dimasyarakat. Sehingga KKN diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang lahir dari proses pembangunan, pada hakekatnya merupakan pelaksanaan dari falsafah pendidikan nasional, dalam rangka Tri Darma Perguruan Tinggi.
Sudewi menambahkan, Kuliah kerja nyata ( KKN ) juga merupakan salah satu mata kuliah dalam perguruan tinggi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan segala tugas-tugas yang merupakan penerapan kegiatan akademik yang diwujudkan dalam kegiatan langsung oleh mahasiswa di lingkungan masyarakat atau lembaga. Harapannya, mahasiswa memperoleh pengalaman yang dapat meningkatkan kedewasaan atau profesionalisme untuk memperbaharui dan mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Dalam kaitannya dengan penelitian, mahasiswa diajak untuk meneliti dan merumuskan masalah yang kompleks, menelaah potensi-potensi dan kelemahan dalam masyarakat (kampus) dan merumuskannya. Dengan makin tingginya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka mahasiswa dituntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan agar dapat berdaya dan berhasil guna. Oleh karena itu, teori yang didapatkan dari bangku kuliah diharapkan dapat diterapkan di lapangan. Pengetahuan teoritis belumlah dapat memberikan gambaran yang konkret jika belum diterapkan di lapangan.
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat adalah suatu kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. KKN juga merupakan wahana penerapan serta pengembangan ilmu dan teknologi, dilaksanakan diluar kampus dalam waktu, mekanisme kerja, dan persyaratan tertentu.
Oleh karena itu, KKN diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia akademik-teoritik dan dunia empirik-praktis. Dengan demikian akan terjadi interaksi sinergis, saling menerima dan memberi, saling asah, asih, dan asuh antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui KKN mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dan bekerja dalam kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, tegasnya.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata STMIK Pringsewu akan dilaksanakan dari tanggal 26 Juli 2017 sampai dengan tanggal tember 2017. 

ROMBONGAN KKN MAHASISWA STMIK PRINGSEWU

PRINGSEWU – Berbekal satu tas ransel dan motor yang udah diisi full tank, rombongan Mahasiswa KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso Kecamatan Sukoharjo langsung menuju lokasi setelah pelepasan oleh Bupati Pringsewu H. Sujadi.
Alhamdulillah nyampe juga di posko Kuliah Kerja Nyata di Pekon Sukoyoso yang langsung disambut baik oleh Kepala Pekon Sukoyoso Bapak Muhaimin. Dalam bincang-bincang dengan kepala pekon, sangat memgaspirasi kedatangan kami mahasiswa KKN STMIK Pringsewu dalam implementasi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Kepala Pekon Sukoyoso bapak Muhaimin dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Insya’Allah nanti malam Rabu (26/7) jam 19.30 WIB kita adakan pertemuan dengan seluruh jajaran aparatur pekon Sukoyoso dan para pemuda di Balai Pekon yang merupakan ajang silaturrahmi biar saling mengenal.
12 Mahasiswa STMIK Pringsewu yang melaksanakan KKN di Pekon Sukoyoso :
1. Imam Samsudin
2. Setiawati
3. Ryan Bagus A
4. Tia Alfiana
5. Anita Dewi S
6. Royyan F
7. Dian Turi
8. Nur Zaini
9. Menik Jayanti
10. Novi Astuti
11. Rika P Sari
12. Dina Tri U

Sabtu, 30 September 2017

STMIK Pringsewu Laksanakan POSDIKTI Bagi Mahasiswa Baru

Sumaterapost.co – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu melaksanakan Program Orientasi Pendidikan Tinggi (POSDIKTI) bagi Mahasiswa Baru, dibuka oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Nuraminudin. M.T.I mewakili Ketua STMIK Pringsewu, Hj. Rita Irviani, SE, M.M, Jum’at (11/8).
Ketua STMIK Pringsewu Hj. Rita Irviani. SE.MM dalam sambutannya, yang disampaikan oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Nuraminudin M.T.I, mengatakan, POSDIKTI adalah kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru untuk memperkenalkan kepada mahasiswa baru tentang kurikulum Pendidikan Di Kampus STMIK Pringsewu, serta mengenal lebih dekat para Dosen, serta antar mahasiswa baru serta organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Hadir dalam pembukaan POSDIKTI, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Elidabeth Anggraeni, MTI, wakil ketua II Bidang Keuangan Trisusilowati, MTI, Ka Prodi Diploma III Oktafianto, MTI.
Dalam pembukaan POSDIKTI di sematkan Jaket Almamater kepada perwakilan Mahasiswa Baru STMIK Pringsewu, Oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Elisabeth Anggraeni. M.T.I. (and).

BUPATI LEPAS MAHASISWA STMIK & STIT PRINGSEWU

STMIK PRINGSEWU – Bupati Pringsewu Hi.Sujadi melepas mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu yang akan melaksanakan KKN di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Prosesi pelepasan berlangsung di pendopo Pemkab Pringsewu, Rabu (26/7).
Mahasiswa kedua sekolah tinggi yang akan melaksanakan KKN selama 40 hari kedepan, seluruhnya berjumlah 304 mahasiswa STMIK, serta 29 mahasiswa STIT. Mereka akan disebar di 33 pekon atau desa di 8 kecamatan, dari 9 kecamatan yang ada di Pringsewu.
Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam sambutannya berharap para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dapat melaksanakan tugas dan pembelajaran dengan baik, sekaligus dapat turut membantu dan menunjang pembangunan di masing-masing pekon yang menjadi sasaran. “Adik-adik mahasiswa nanti dapat belajar banyak dari pengalaman selama terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, beliau juga mengingatkan agar para mahasiswa berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya serta berita-berita palsu (hoax)”, ucapnya.
Dalam sambutannya, ketua STMIK Pringsewu Hj. Rita Irviani Fauzi mengatakan, Kegiatan KKN di STMIK dan STIT Pringsewu adalah salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik bagi mahasiswa, sebelum masa purna mereka mengikuti kegiatan akademik dan dinyatakan lulus sebagai sarjana (S-1). Di antara keragaman implementasi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya, mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) oleh institusi dan civitas akademika STMIK dan STIT Pringsewu ini, saya kira, kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKN ini tetap menjadi pilihan yang baik untuk mewujudkan hubungan antara kampus dan masyarakat. Oleh karena itu, sangat besar harapan saya kepada berbagai pihak yang berkompeten untuk turut membantu pelaksanaan kegiatan KKN STMIK dan STIT Pringsewu ini sehingga benar-benar menjadi media pembelajaran praktis kepada para mahasiswa kami. Khususnya kepada Bapak Camat beserta Bapak dan Ibu Lurah dan Kepala Pekon yang wilayahnya menjadi lokasi mahasiswa KKN STMIK dan STIT Pringsewu. Arahan dan bimbingan dari Bapak dan Ibu sekalian kepada para mahasiswa kami sangat kami harapkan.
Kepada peserta KKN STMIK dan STIT Pringsewu saya pesankan agar benar-benar melaksanakan tugas pengabdian masyarakatnya dalam kegiatan KKN ini. Tunjukkan bahwa sebagai mahasiswa di daerah, anda semua benar-benar mampu memberikan yang terbaik bagi daerah anda yang tercinta ini, saya atas nama seluruh komponen civitas akademika mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan KKN STMIK dan STIT Pringsewu. (*na)
Filed in: BEM, Info Kampus, Info Penting, Umum

Leave a Reply

 
 
 

Mahasiswa STMIK Pringsewu Bentuk Komunitas Design


Harianlampung.com - Perkumpulan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Pringsewu, Lampung mendirikan komunitas STMIK Pringsewu Design Community (SPDC).

Komunitas SPDC dibentuk sebagai sarana menggali potensi  mahasiswa STMIK Pringsewu dalam bidang mendesign, baik  grafis ataupun desain multimedia.

Terbentuknya komunitas ini mendapat respon positif pihak Yayasan Startech Pringsewu diantaranya, Ketua Yayasan H. Fauzi, Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyaraka (LPPM) STIMIK Pringsewu, Andreas Andoyo.

Menurut Andreas Andoyo saat ini ada sekitar 170 mahasiswa. "Grand Launching SPDC ini sudah digelar, Minggu(18/1) di aula STIMIK Pringsewu," kata Andoyo pada harianlampung.com, Senin (19/12).

Sementara Ketua Yayasan Startech Pringsewu, H. Fauzi mengaku, bangga terhadap semangat  mahasisa dalam membentuk komunitas SPDC ini. "Saya berharap kedepan akan lebih banyak lagi kominitas serupa yang dibentuk para mahasiswa untuk menunjang pengembangan bakat  dan ilmu yang didapat di bangku kuliah," ungkap Fauzi.

Senada dengan Fauzi, Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani mengatakan, mahasiswa harus memiliki nilai lebih berupa keterampilan spesifik untuk menunjang pengembangan ilmu yang didapat di bangku kuliah."Saya berharap komunitas ini dapat menjadi motivasi dan wadah para  mahasiswa menemukan potensi di bidang desain," kata Rita.

Terpisah pembina SPDC Ahmad Khumaidi menjelaskan, komunitas ini merupakan wadah  berkumpulnya para mahasiswa untuk belajar mendesain."SPDC dibetuk berdasarkan solidaritas para mahasiswa sesuai motto berkarya nyata berbakti pada nusa dan bangsa,"terangnya .

Dia berpesan para mahasiswa STMIK Pringsewu yang tergabung dalam komunitas SPDC, lebih mengutamakan kepentingan organisasi dari pada kepentingan pribadi.

Sadimin Raih IPK Tertinggi STMIK Pringsewu

KabarIndonesia - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu, Rabu (30/9) mewisuda 160 mahasiswanya, masing-masing 40 mahasiswa Program D1 Manajemen Informatika dan Akutansi, 49 dari D3 Manajemen Informasi (MI) dan sisanya 71 mahasiswa dari jurusan Sistem Informasi.

Tri Susilowati dari SI Sistem Informasi mendapat predikat terbaik (Cumlaud) dengan indek prestasi tertinggi yakni 3.63, lulus dengan pujian, disusul Lilin Mawarti dengan IPK 3,46 dan Odi Saputra sebagai terbaik ketiga dengan IPK 3,57.

Sedangkan dari jurusan Manajemen Informatika dan Akutansi, Eli Ayus Dianti mendapat predikat terbaik dengan  IPK tertinggi yakni 3.67, lalu Nurmawati dengan IPK 3,65 dan Parizal Ali sebagai terbaik ketiga dengan IPK 3,57.

Sementara itu rekor terbaik pada jurusan Manajemen Informatika masing-masing dipegang oleh Sadimin dengan IPK 3,76, Tri Sutrisno dengan IPK 3,68 dan Oktafianto dengan IPK 3,60.

Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STMIK Pringsewu, Andreas Andoyo, S.Sos mengatakan, wisuda kalin ini merupakan tahun ke-10 bagi STMIK Pringsewu meluluskan mahasiswanya.

“Ini wisuda yang ke-10 bagi STMIK Pringsewu, mudahan-mudahan dengan bekal yang didapat dari STMIK dapat menjadi modal alumni agar siap menghadapi persaingan kerja,” harapnya.
 
Sementara itu, Ketua STMIK Pringsewu, Rita Irviani, SE mengatakan, para wisudawan merupakan generasi penerus bangsa dan calon pemimpin negara, untuk itu kepada para wisudawan dihimbau untuk terus maju, senantiasa menjaga nama baik diri dan bangsa dengan menyongsong masa depan yang baik.

“Para wisudawan diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dengan cara yang mudah diterima dan dimengerti oleh masyarakat,” ujar Rita.

Ia juga mengingatkan para wisudawan akan tingginya persaingan dunia kerja saat ini, menurutnya dibutuhkan kerja keras dan semangat juang untuk tidak mudah menyerah untuk dapat bersaing dengan kerasnya persaingan kerja dan usaha.
Selain itu, lanjtunya, penting sekali untuk memupuk jiwa kemandirian agar tidak selalu menggantungkan nasib menjadi karyawan.

“Saat ini Bangsa Indonesia telah menunggu karya-karya terbaik generasi bangsa untuk bangkit menjadi negara yang besar,” ujarnya. (*)

KOLABORASI MAHASISWA KKN STMIK PRINGSEWU DENGAN MAHASISWA KKN UIN LAMPUNG

SUKOYOSO – Mahasiswa KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso siap bekerjasama dengan mahasiswa KKN Univeristas Islam Negeri Lampung yang sama-sama melaksanakan KKN di Pekon Sukoyoso, hal ini disampaikan Imam Samsudin selaku Ketua Kelompok KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso yang didampingi seluruh anggotanya, Minggu (30/7).
Imam Samsudin mengatakan, mahasiswa harus menyesuaikan diri sesuai dengan keadaan dan situasi di Pekon Sukoyoso. Mahasiswa perlu memberikan pengaruh untuk membuat perubahan di Pekon Sukoyoso walaupun dalam waktu singkat. Kehadiran mahasiswa KKN STMIK Pringsewu dan KKN UIN Lampung diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat Pekon setempat terutama membantu pembenahan administrasi Pekon yang belum bagus.
Kami mahasiswa KKN STMIK Pringsewu (Imam Samsudin) menegaskan, akan membangun Sistem Informasi Pekon yang merupakan sebuah bangunan yang menghubungkan antar fungsi pengelolaan data dan informasi secara utuh di lingkup pekon. Fungsi-fungsi ini berada melebur dalam peran dan lembaga yang aktif di pekon. Aplikasi perangkat lunak SIP adalah salah satu bagian dari bangunan besar SIP tersebut, begitu jugan mahasiswa UIN Lampung yang melaksanakan KKN di Pekon Sukoyoso pastinya mempunyai program-program unggulan juga, ucapnya.
Kami sadar betul, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya, Allah SWT menciptakan manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, dan seterusnya. Demikian pula Allah SWT ciptakan manusia dengan keahlian dan kepandaian yang berbeda-beda pula. Semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat.